Minggu, 21 Agustus 2011

BERPIKIR DEWASA ITU PENTING


BERPIKIR DEWASA ITU PENTING

“Gak penting banget buat ngurusin hal yang gak pasti” itu kata-kata kalau udah malas banget ngomong tentang sesuatu, tapi bagi aku  dari hal yang gak pasti itu lah jadi pasti…….
kalian tahu bahwa gak selamanya orang akan terus berpikir dewasa, malah anak yang baru beranjak remaja bisa lebih berpikir dewasa ketimbang orang yang udah bisa dibilang dewasa dan tetep berpikir picik dan cetek ( kasar juga sih)….  Tapi itu lah manusia, aku sendiri masih berpikir bahwa aku sendiri belum dewasa, karena aku masih pake ego dank eras kepala, tapi itu dulu ….. sebelum aku merasa kehilangan orang yang aku sayank dibawah orang tuaku….
aku bukan orang yang mau ngalah kalau merasa bahwa aku benar padahal aku yang salah, dan kini aku berbagi cerita tentang perlunya berpikir dewasa dalam menghadapi setiap hal yang muncul dalam setiap detik perjalanan hidup. Aku telah berumur 19 tahun, aku bukan lagi anak abu-abu yang memakai otok ketimbang otak, memakai ego ketimbang hati dan mengalah. Masih ingatkah kalian tentang pepatah “ mengalah bukan berarti kalah” justru kita lah pemenang jika kita bisa mengalah. Tapi bukan bearti kita akan selalu mengalah. Kadang seseorang s’lalu ingin dimengerti, tapi dia gak mau ngertiin, inilah egois. Selalu merasa benar dan tak mau disalahkan. Biasanya egois dan keras kepala sangat berhubungan. Pada saat kalian merasa bahwa teman, pacar, sahabat dan orang tua sekalipun sering kali bersikap seperti itu, biasanya orang itu selalu memaksakan kehendaknya kepada orang lain.
contohnya : orang tua yang menginginkan anaknya menjadi apa yang mereka mau, tapi tidak memikirkan bagaimana sang anak. Pastinya sang anak tidak menerima dan mencoba membantah. Tapi terkadang pilihan orang tua gak selamanya salah lho, misalnya aja orang tua ingin anak nya menjadi dokter sedangkan anaknya ingin menjadi seorang pilot ( ini contoh anak laki-laki ya!). sang orang tuanya sudah mendaftarkan sang anak kesebuah univ. kedokteran yang bagus. Sedangkan sang anak sama sekali tidak tahu itu. Apa jadinya? Anak akan marah dan tetap ngotot untuk ikutin apa yang dia mau. Dan ujung-ujungnya orang tua akan marah dan mengancam jika sang anak tidak mau masuk kedokteran, anak tersebut harus membiayai kuliahnya sendiri. Karena sang anak masih berpikir apa yang dia pilih adalah benar, dia memilih untuk pergi dari rumah untuk mengapai apa yang dia mau. Kalian tahu kan akhirnya gimana??? Orang tua mencabut semua fasilitas dan kehilangan sang anak dan sang anak kebingungan mau bagaimana. Inilah akibat keegoisan orang tua dank eras kepala sang anak. Bukannya jadi baik malah jadi berantakan. Apa yang seharusnya orang tua lakukan ??
1. Jika orang tua ingin anaknya menjadi apa yang mereka mau, harus ada pendekatan tentang kemauan sang anak tersebut.
2. Jangan sekali-sekali memakai kata-kata kasar ketika sang anak bilang tidak mau, itu hanya akan mengakibatkan anak lebih memilih menyingkir.
3. Kita sebagai anak juga harus mau mendengarkan orang tua. Apa alasan mereka mengingkan anak jadi apa yang mereka mau. Simple kok orang tua hanya ingin yang terbaik buat sang anak. Tentunya mereka tidak ingin anaknya salah memilih jalan kehidupan.
4. Orang tua harus memahami karakter anak dan mau mendengarkan sang anak. Ketika sang anak melakukan kesalahan dalan memilih orang tua berusaha menjadi teman dan sahabta bagi anaknya.
5. Jika orang tua dan anak saling mendengar dan memahami tentang sebuah pilihan itu, insya allah semua akan berjalan mulus dan terbaik akan menjadi milik bersama.
6. Berpikir lebih luas tentang sesuatu itu sangat penting. Agar tidak ada kesalahan dalam memilih.

keegoisan seseorang hanya akan membuat kehancuran, apalagi orang itu mempunyai sifat keras kepala dan sangat egois, yeaah seperti aku. Aku petik hikmah selama berpisah dari seseorang yang aku sayank(bukan ortu ya). Kalian perlu tahu bahwa aku bukan anak yang beruntung, karena aku sudah tidak mempunyai keluarga lengkap. Aku ditinggalkan ayah ku semenjak umurku 5 tahun. Tapi setiap moment bersama ayahku selalu tersimpan rapi dalam memoriku. Tapi gak selamnya kok aku berpikir bahwa aku gak beruntung. Banyak orang yang sayank sama aku. Aku sekarang sudah mulai memilih jalan hidup, dan bagaimana menyikapi hidup. Itu semua aku dapat dari kisah cintaku setahun lalu ketika aku masih jadi anak abu-abu. Kalian tahu aku tak sedikit pun mau mengalah tentang apa yang ku lakukan. Aku selalu merasa benar, tapi dia membuatku berubah. Sekarang aku beri contoh dari kisah aku: sebelumnya aku minta maaf denganya bahwa aku telah masukan ini sebagai contoh kehidupan nyata. Tapi aku sayank dia. Kalian tahu pacaran itu menyenangkan ketika kita bersama, bisa berbagi saat sedih dan tawamu. Disinilah letak kesalahan yang sering terjadi. Saat seseorang takut kehilangan dia tak pernah berpikir tentang bagaimana menyikapi hidup. Dalam berpacaran kadang terjadi hal-hal sebagai berikut:
1. Keegoisan
2. Keras kepala
3. Kekerasan
4. Kebohongan
5. Perselingkuhan yg lebih dari satu.
hal-hal diatas hanya akan membuahkan hubungan yang hambar tanpa rasa. Karena aku telah mengalami itu semua. Point no 1 dan 2 yang buat aku harus kehilangan dia.
semua bisa diatasi jika kita mampu mengatur emosional kita. Yeaah aku melakukan itu hingga aku bisa melihatnya tertawa lagi bersamaku.
1. Jika punya masalah dengan pasangan kita, biarkan hati dan pikiran kita tenang masing-masing. Dan bicarakan denganya baik-baik.
2. Jangan pakai emosi dan otot yang dapat menimbulkan kekerasan,
3. Jika masalah itu sudah dibicarakan cari lah solusi bersama, bukan saling menyalahkan.
4. Jika masalah itu mengharuskan adanya perpisahan, lakukan dengan baik-baik. Jangan ada penyesalan dikemudian hari. Istilahnya awal jadian dengan cara baik-baik dan ketika berpisah dengan baik-baik pula….
5. Tetp jalin silahturahmi walaupun sudah berpisah.
6. Tapi jika masalah itu masih bisa diperbaiki lakukan lah dan berpikir bahwa takkan ada orang yang sama dalam waktu yang sama. ( sifat ya)
7. Jangan bawa-bawa keluarga dalam masalah kita. Biarkan hanya kita yang tahu… dan selesaikan sendiri.
itu lah hal-hal yang membuat hubungan dapat berjalan baik.
jika ada solusi yang lebih top cer lagi coment aja disini. Kita akan ngobrol panjang deh….!!
ok jika kalian merasa  belum bisa berhubungan dengan baik, baik dengan keluarga, teman dan pacar. Tetap lah berpikir bahwa kita didunia tidak bisa hidup sendiri Dan yang lebih penting tetep bisa berpikir dewasa dalam menyikapi masalah..,,,, J

Jumat, 19 Agustus 2011

TRUE STORY


Last year

Matahari sudah menyongsong tinggi, aku masih mengasingkan diri dikamar kostku yang berukuran 3 x 3 meter. Alunan lagu ada band yg berjudul sendiri ku ulang beberapa kali tanpa bosan. Lagu dari single terbaru Ada Band ini menghanyutkan.  sembari mendengarkan lagu aku duduk dipinggiran tempat tidur dengan mencoret-coret sebuah buku.

Pukul 07.06 aku masih berdiam diri ditempatku tanpa kata tanpa suara, terus mencoret-coret kata demi kata pada buku yang aku pegang. Ya… aku menulis kisah setahun lalu sebelum aku lulus sekolah. Tentang cinta luar sekolah dan tentang seseorang yg aku anggap begitu dekat denganku.
setahun yang lalu aku berkenalan dengan seorang laki-laki bernama Ridho, dia adalah anak sekolah lain yang satu sekolah dengan Tio teman SMPku. Aku kenal dia berawal dari temankku Nisa yang memberiku sebuah nomor handphone. Singkat cerita aku menjalin hubungan dengan Ridho hanya berawal sebagai teman biasa karena aku masih dekat dengan Hardy orang yang dari kelas X aku suka.

Awal bulan juni 2010, aku masih ingat setiap detail kenangan bersama mereka. Bulan itu aku  melaksanakan kegiatan yg diberikan dari sekolah berupa praktek PSG kesebuah perusahaan pemerintah. Pelaksanaan PSG membuatku dekat kembali dengan Hardy, dia mau mengantar dan menjemputku. Tapi tidak berlangsung lama, hanya 3 minggu aku merasakan itu semua karena aku menjalin hubugan hanya sementara. Ridho sosok laki-laki yang selalu ada buat aku, akhirnya aku pun pacarnnya dengan Ridho pada awal Juli tepat tanggal 1 pada tahun yang sama. Aku hanya ingin bahagia namun semua tidak berjalan dengan semestinya aku putus dengan Ridho karena kesalah pahaman dan keegoisanku. Aku tak mau mengerti dia. Dua bulan menjalin hubungan aku bukan hanya dekat dengan Ridho tapi dengan saudara-saudaranya. Aku malu dan aku sedih ketika aku hanya bisa membuat orang yang aku sayank marah dan benci padaku. Setalah putus awal September dia datang menemui aku dengan penjelasan. Tapi penjelasan itu tak cukup membuat kami kembali seperti dulu. Aku kecewa ketika awal oktober dia telah memiliki yang lain, itu buat aku sangat hancur dan setelah itu mencoba menjalin hubungan dengan yang lain. Cinta itu hanya bertahan 3 hari. Aku bosan dan aku mulai sibuk dengan aktivitas les yang diadakan dari sekolah dan luar sekolah itu agak membantu walaupun aku tak mengalami fase perubahan sikap malah aku semakin dingin. Aku berhubungan dengan Ridho setelah dia tahu akun Facebook ku yg baru, dan hanya sementara selanjutnya hilang. Hampir setahun aku tak bertemu lagi

Sekitar bulan-bulan menjelang Ramadhan 2011 aku kembali berhubungan dengan Ridho melalui akun facebook lama ku yang tidak lagi dia blokir dari akun facebooknya. Terkadang hanya sekedar like, coment status dan hanya sekedar mengintip aktivitas masing-masing.

Tepat pada ulang tahunku tanggal 16 agustus 2011, jam 21.30 aku menerima pesan singkat dari Tio yang member kabar bahwa mereka didepan kostsan ku. Padahal aku masih berada diluar rumah dan belum kembali. Karena mendengar mereka datang aku bergegas pulang. Ketika sampai dirumah ku lihat Tio bersama Ridho. “This is special for me” dua orang yang telah lama hilang dan muncul member ku sebuah kejutan. Tentang Hardy dia tak member kabar appun dan tidak muncul dihari bahagiaku. “ketelaluan”
Cukup aku yang tahu ini hanya kisah nyata penuh fiksi yang tak akan pernah tertebak apa jadinya nanti yang jelas gak selamanya orang yang udah lama hilang itu lupa akan hari istimewa dalam hidup kita. Justru yang selalu dekat yang sering melupakan kita.

Minggu, 07 Agustus 2011

CERPEN


MUSIK

Hujan mulai membasahi bumi, gemericik air terdengar berjatuhan diatas atap rumahku. Pukul 04.30 pagi dengan enggan aq beranjak bangun pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri dan menunaikan kewajibanku.
“ hemnnzzz sebentar lagi pasti mama memanggilku”
tak lagi aku menguman sendiri, mama sudah bersuara dan berteriak menyuruhku bersiap-siap turun. Hari ini aku harus mengikuti latihan rutin sejak kepulanganku sebulan yang lalu dengan membawa kemenangan atas prestasiku dalam bidang musik dan aku harus mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba, dengan jarak yang cukup jauh dari tempat latihan aku harus bangun pagi-pagi agar aku bisa sampai tepat waktu.
aku tidak terlalu teropsesi dalam kegiatan ini, bisa dibilang aku melakukannya tidak sepenuh hati. Walaupun orang tuaku sangat bangga dengan semua yang aku punya. Aku terlahir dikeluarga kaya dengan semua fasilitas yang memadai, tapi aku selalu diajarkan dengan agama yang kuat, aku sekarang masih berumur 17 tahun bulan depan, aku mempunyai kakak yg kuliah diAmerika dalam bidang musik, bisa dibilang keluarga ku adalah keluarga musik. Ayahku terlahir sebagai pencipta lagu terkenal dan ibuku terlahir dari keluarga yang tidak lumayan baik tapi cukup baik semenjak menikah dengan ayahku. Lamunan ku tentang semua hal yang ada dalam keluargaku buyar ketika mendengar mama kembali memanggilku. Aku pun bergegas turun kebawah.

“ ferina natasya darma, kamu terlambat 2 menit”
“mama gitu aja dipermasalahkan, lagian kan kesini ke Bandung cuma 1jam kalau ngebut.”
“kamu itu kalau dibilangin orang tua nurut kenapa!, kamu tidak diperbolehkan bawa mobil sendiri nanti supir akan mengantar kamu, dengan keadaan cuaca yang hujan seperti ini kamu harus ada yang menemani,”
“ ya deh.” Sembari memakan makanan pagi dengan malas aku terus menguman, kenapa harus diantar biasana juga bawa sendiri.

***
Hidupku rasanya panas, gila setiap hari harus latihan minimal 1jam diatas alat musik ini. Dan hari minggu harus ke Bandung untuk latihan gabungan bersama anak-anak yang lain. Seminggu lagi aku harus menghadapi anak- anak dari daerah lain setelah aku menang tingkat Jakarta bulan lalu. Sesampainya di Bandung aku langsung masuk ruang musik yang sudah menjadi tempat kedua dari rumahku, rasa letih masih menderaku setelah satu jam setengah diperjalanan.
“ masih stgh jam lagi latihan dimulai, aku bisa istirahat dulu.”
“ hai fe, kamu begitu letih sekali apakah Jakarta macet lagi hari ini”
“ aduh sir, bukan macet lagi. Tahu sendiri lah Jakarta gimana” aku mengeluh ketika sir deni datang menyapanya. Inilah guru musik ku bernama Deni setiawan lulusan sekolah musik terkenal di London. Beruntung sih dapat guru musik sebaik sir deni, orangnya tidak terlalu memaksa muridnya untuk fokus tapi juga nggak boleh maen – maen tentunya, umurnya cuma beda 5 tahun dengannya dan dia masih muda karena belum menikah. Dia bagaikan kakak yang selalu mengerti apa mau aku.
“seandainya aja kakak ada disini,”
“kamu kenapa fe, ada masalah.”
“ tidak sir, Cuma lagi kangen kakak aja”
“ bukannya minggu depan dia pulang seperti yg kamu bilang kemarin”
“ ya sih sir, tapi dia nggak janji buat lihat perlombaan aku nanti “
“ya udah kita lihat saja nanti, pasti dia datang. Dia kan sayank banget sama kamu “ sebari mengusap-ngusap rambutku.
“ aduh sir, berantakan donk rambut fe “
sir Deni menganggapi dengan gelak tawa melihat aku yang sibuk dengan rambutku.
“fe udah waktuna kita latihan,”
“ ok sir” aku dan sir Deni pun beranjak dari bangku malas kami, (istilah aku dan sir Deni saat kami duduk dipojokan ruang musik).
Alunan nada- nada dari dentingan piano, disambut gesekan biola yang merdu membuat semua orang yang berada diruangan musik itu ikut terbawa, damai merasuk jiwa seakan melayang. Aku terus memainkan beberapa not- not cantik dengan kelihayan jari- jemariku. Ini lah yg ku lakukan tiap akhir pekan menghabiskan waktu libur dengan berlatih music, aku tak pernah dapatkan masalah saat disekolah. Bagi aku sekolah tetep nomor satu yg harus dijalani, sebelum latihan musik malamnya aku sudah menyelesaikan tugas-tugas sekolahku. 2 jam telah berlalu latihan pun usai, aku putuskan masih tetap di Bandung karena suasana yg menenangkan hati.
“ fe, jadi kan kamu ikut sir. Nanti sir aja yg ngantar kamun pulang”
“ tapi sir, supir fe udah nunggu didepan, “
“ fe ini kan udah waktunya makan siang, lagian kamu tidak ada kegiatan sore kan??”
“ ya sih sir, ya udah fe bilang sama supir dulu biar dia pulang duluan” aku pun beranjak keluar untuk member tahu pak mawan untuk pulang, setelah itu aku pun pergi ke tempat yg sir Deni janjikan.
“sir, kenapa sih sir nggak pernah bawa wanita , sir nggak suka sama wanita ya??”
“ enak aja, saya normal ya! Saya belum tertarik aja untuk menjalin hubungan. Kalau saya tidak suka wanita kenapa saya mau ajak kamu, kenapa nggak ajak Andrew yg ganteng dikelas kita”
“ ya juga sih, tapi sir? Apa sir nggak capek bolak balik Jakarta-Bandung untuk mengajar disana?”
“ sepertinya saya tidak perlu menjawab pertanyaan kamu karena kamu sudah tahu jawabannya”
“hemnnzz” aku mulai diam dan menyandarkan tubuh dijok mobil, aku dan sir memiliki hoby yang sama, sehingga aku dan dia selalu menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu diakhir pekan. Aku dan sir Deni biasanya lupa waktu dan terkadang harus pulang malam.
“ fe , seminggu lagi aku akan menghadapi sosok para pianis remaja dari daerah lain,kamu siap kan akan menjadi apa nantinya?”
“ siap sir, fe tidak terlalu berambisi untuk menang, bagi fe musik yang dulu fe kira tidak menyenangkan ternyta sudah menjadi bagian dari hidup fe, fe cuma bisa berusaha dan berdoa yg terbaik buat fe.”
“ bagus fe, saya bangga sama kamu! Ya udah met malam fe, met ketemu hari rabu nanti”
“thank sir, udah ngantarin fe pulang. Kabarin fe kalau sir udah sampai rumah”
“ ok Fe, bye” aku pun melambaikan tangan ketika sir Deni meninggalkan perkarangan rumahku, ketiak aku berbalik ingin masuk rumah ku lihat mama dan papa sudah berdiri depan pintu rumah.
“ ya ampun Fe, jam segini baru pulang”
“ maaf ma , pa! kami lupa waktu, tapi tenang tugas besok udah fe kerjain kok”
“ bagus kalau gitu, sekarang kamu masuk, mandi dan istirahat. Apa kamu sudah makan??”
“ sudah pa, tadi fed an sir Deni makan dulu sebelum pulang”  aku pun beranjak meninggalkan mama dan papa menuju kekamarku. Setelah aku mandi dan ingin langsung istirahat aku melihat ada pesan diponselku, ternyata dari sir Deni.

from : sir Deni
Fe, sy dh sdh sampe dg slmt.
kamu istiraht y! ingt kmu bsok skul.
met mlm peri kecilku,
have a nice dream…….

aku tersenyum menbaca pesab singkat itu, dan ku tutup ponselku. Aku melirik kedepan computer dan bertanya –tanya apakah ada massage dari kak ilham. “dari pada penasaran mending buka aja deh” aku pun beranjak menghidupkan komputerku dan masuk ke yahoo. Terdapat  dua massage yang pertama dari Kumbang hijau dan yg kedua dari kak ilham. Massage dari kak ilham aku buka pertama kali.

From   : kakak Ilham
to         : Ferina Natasya Darma
cc         :
subyek             :
 hai sayank, kakak rindu banget sama adik kakak nc!! Apa kamu baik-baik saja, gimana persiapan lomba kamu. Kakak akan pulang keJakarta hari selasa malam dan sampai keJakarta Rabu pagi. Tunggu kedatangan kakak ya. Kakak ingin kamu yg menjemput kakak! Kakak sudah beri kabar ke mama dan papa tadi siang lewat telepon rumah, sebenarnya kakak ingin bicara sama kamu tapi kata mama kamu masih berada diBandung. Jaga diri baik-baik ya sayang, selamat malam buat adik kecilku! Mimpi yang indah ya!!
I miss u sister!!

aku terdiam, tapi setelah itu aku merasa senang karena kedatangan kakakku dipercepat. Aku pun langsung membuka pesan dari sir Deni.

From   : Sir Deni
to         : Ferina Natasya Darma
cc         :
subyek             :
hari ini kamu menunjukkan kemajuan yg pesat,gook luck bwt minggu depan. ok fe jangan tidur terlalu larut.
met malam peri kecilku.   
Tertegun ketika aku membaca pesan dari sir Deni, tapi aku segera membalas pesan kak Ilham.

From   : Ferina Natasya Darma
to         : kakak Ilham
cc         :
subyek             :
Fe juga kangen bgt sama kakak.
thx kakak udah mau pulang cepat ke Indonesia demi adik kakak ini,
Fe tunggu kedatangan kakak.

setelah mengetik kata demi kata aku klik tombol send, dan aku pun beranjak tidur tanpa membalas pesan dari sir Deni.
***
 Hari ini adalah hari Rabu hampir saja aku melupakannya.” Ya ampun aku kesiangan”
sebelum kesekolah aku akan kebandara untuk menjemput kakakku, rasanya senang banget. Tapi teriakan mama membuatku terbangun dari lamunan panjang yg ku buat pagi ini.”mama, ada apa sich kok teriak histeris gitu”. Aku pun bergegas turun menuju suara mama.
“ma ada apa sih kok teriak-teriak segala”
aku tambah terkejut ketika melihat mama dipeluk papa dalam keadaan menangis,dan ketika itu juga aku mendengar berita yg ditayangkan ditelevisi. Aku terduduk lemas dilantai “kakak”

***
aku terbangun dari mimpi buruk yg membuatku tak mampu berbuat apa-apa. Ketika ku bangun aku sudah berada diatas sofa dan dikelilingi oleh mama, papa  dan sir Deni. “ kakak” ucapku lagi.
ku lihat mama masih menangis. “ma, kak Ilham mana?”
“sayank” mama memelukku dan aku pun menangis.
“nggak mungkin kan? Kak Ilham udah janji pulang”
“ iya sayank tapi kakakmu sudah tidak ada, tidak ada yg selamat dalam kecelakaan itu”
“ apa mama dan papa yakin pesawat itu yg membawa kakak??”
“ sabar Fe,”
“ sir, kakak masih ada kan?. Dia bakal nonton aku dipanggung kan??”
semua diam, semua menangis. Mataku lebam karena trus menangis, aku piker pesan tadi malam bukan lah pesan terakhir. Aku tak percaya orang yg begitu aku sayank kini pergi meninggalkan aku.

***
Aku mengurung diri ketika semua orang sibuk dengan kepulangan jazad kak Ilham, aku hanya diam ketika ada suara memanggilku.” Adik kakak kok sedih sih” aku tertegun ketika seorang laki-laki berbaju putih berdiri didepanku.” Kak Ilham, kakak pulang”
“ya sayank kakak pulang”
“ mereka bilang kakak pergi “
“ kakak akan selalu disini bersama kamu, kakak gak akan pergi”
“ kak, kakak janji ya. Fe sayank banget sama kakak”
“ ya sayank “
tapi begitu cepat bayangan yg memelukku pergi, ketika ku dengar suara Sir Deni membuka pintu.
“ kakaaaaaaak”
“ Fe… ada ap?”
“ sir, kakak tadi disini”
“ Fe, Ilham sudah tidak ada. Kamu sabar ya”
“ sir bohong, tadi kakak ada disini” ku lihat sir Deni memelukku dan dia menangis.
“ saya tahu kamu sangat menyayangi Ilham, tapi kamu harus iklhas agar Ilham bisa tenang disana. Fe kamu tahu Ilham akan selalu disini” sir Deni menunjuk dadaku.
aku tetap diam dan aku pun berpikir, “ya kakak akan selalu dihati Fe”
“ ayo kita turun, kamu harus melihat jazad kakakmu”
sir Deni menuntunku keluar dari kamarku dan aku melihat sosok yg ditutupi kain putih dengan wajah pucat pasi, lebam dimana-mana.
aku terduduk disamping jazad kak Ilham, ku peluk seakan tak ingin melepasnya.

***
6 hari sudah aku merasa sendiri, aku tak pernah latihan. Aku hanya pergi sekolah hanya untuk absen. Tapi pikiranku ntah kemana. Kalian tahu aku tak ingin rasakan ini setiap hari tapi aku tak mampu. Aku tetap menyendiri dari semua orang bahkan ketika perlombaan itu tiba. Aku dengar guru-guru sedang sibuk menggantiku dengan yg lain, tapi sir Deni tidak setuju. Ketika aku melewati ruang guru tak sengaja ku dengan percakapan sir deni dan miss intan.
“ miss apa keputusan ada tidak salah”
“ menurut saya tidak”
“ tapi Fe yg menang,  dia sudah berlatih. Dia itu masih bisa mengikuti lomba besok”
“ sir tidak lihat bagaimana dia disekolah, dia tidak pernah belajar lagi, untuk apa kita mempertahankan anak yang tidak mau serius.”
begitulah percakapan mereka, aku meneteskan air mata dan berlari kebelakang sekolah. Aku tak ingin semua ini lagi. Kalian tahu tak ada lagi satu orang pun yang mau mengerti perasaanku. Mereka hanya inginkan aku ikut lomba dan memenangkannya.
“ kamu tahu Fe semua orang menyikirkan orang yg lemah dan ingin berjuang” aku menoleh ketika ada suara yg menyeruak dibelakangku, ternyata Rama. Aku tetap menangis dan Rama duduk disampingku.
“ Fe kamu tahu kan kak Ilham itu teman main aku, dia itu tidak suka lihat adik kecilnya menangis seperti ini, sir Deni teman kakakmu dia tahu apa yg harus dia lakukan. Kamu hebat Fe bisa seperti kak Ilham.” Aku berhenti menangis, aku lihat Rama berbicara tanpa melihatku. Dia hanya menatap langit seakan ada Sesutu disana.
“aku … aku…”
“ Fe, kamu ingat ketika kamu terpilih dan menjadi juara. Semua orang iri melihatmu, mereka ingin sepertimu termasuk aku.”
“ kenapa semua orang hanya ingin aku menang tanpa tahu perasaan kehilanganku”
“ kamu salah Fe” ku lihat Sir Deni telah berdiri diujung jalan setapak didepanku.
“ sir Deni”
“tidak semua orang Fe, saya sangat ingin kamu bisa wujudkan apa yg menjadi keinginanmu!”
“ betul apa kata sir Deni”
“besok adalah perlombaanmu, saya dan Rama tidak ingin kamu digantikan orang lain”
“ iya Fe kami juga tidak mau seorang pun menggantikan mu” aku mendengar suara Rara, ku lihat anak-anak lain telah berdiri dibelakang.
“ makasih semua, tapi apa aku bisa lakukan ini semua”.
rama berkata dengan menepuk pundakku.
“ kamu tidak sendiri Fe, aku dan teman-teman akan selalu ada disampingmu”
“ iya kami semua” semuanya berseru. Kalian tahu ternyata aku tidak sendiri, tapi aku lah yg berusaha menyendiri.

***
Pagi ini ku sambut dengan senyuman, mama papa telah menantiku dimobil. Mereka ingin mengantarkanku ke gedung seni tempatku melakukan lomba. Sesampainya disana ternyata mereka telah menantiku.
“ giman Fe, kamu siap”
“ siap sir”
“ ok , kita masuk sekarang kebetulan kamu sudah ditunggu sama yang lain”
“ baik sir”
“ untuk om dan tante, mari saya antarkan ketempat duduk”
“ terimakasih, nak Deni”

tiba giliranku, dengan perlahan nait keatas panggung. Dan berdiri didepan semua hadirin dan juri .
“ aku berdiri bukan ingin piala yg berdiri disana, tapi aku ingin menghadiahkan ini untuk kalian semua dan untuk kakakku tercinta”
aku pun mulai memainkan not demi not dengan jari jemariku, ketika ku lihat ada bayangan kakak tersenyum dan menghilang.
kini bukan kemenangan tapi keikhlasan, kakak hanya ingin aku menjadi anak yang kuat dan tidak manja. Kini aku buktikan pada dunia, aku adalaha aku yg duduk disini. Bermaik music dengan alunan laku yg terus mengalir. Takkan ada yang mampu menghentikan aku kecuali aku sendiri. Ku dengar tepuk tangan juri, dan hadirin. Mereka senang mendengarkan musikku.
“kakak ini untukmu, aku sangat menyayangimu.” Bisikku dalam hati sambil trus tersenyum.

setelah semua peserta memainkan keahlian mereka, tiba pengumuman pemenangnya. Aku tetap duduk tenang. Dan tetap diam ketika aku dinyatakan pemenangnya.
“sayank kamu menang”
“ iya ma” aku pun beranjak menuju panggung. Tapi aku dihentika oleh pelukan hangat, seperti kakak tapi yg ku lihat adalah si Deni.
“ selamat Fe”
“ makasih sir, ini semua berkat sir juga” ku tinggalkan sir Deni dan berdiri dipanggung menerima piala kemenangan.
“saya persembahkan piala ini untuk seluruh orang yg sudah setia disamping saya.”


aku membuka pintu kamar kak Ilham, ku letakkan piala kemenangan diatas mejanya bersama piala yg lain.” Kak hari ini Fe menang, piala ini untuk kakak”. Setelah meletakkanya dan melihat-lihat kamar  ini sejenak aku pun beranjak pergi keruang tamu dimana semua orang sedang merayakan kemenangan ku.
aku tahu apa yang ku lihat nyata, semua orang tertawa. Aku langsung ikut diantara mereka. Sekali lahi aku tegaskan kematian bukan akhir segalanya. Walaupun jazad kakak tak ada dihadapanku saat ini ikut meriahkan kemenanganku, tapi aku merasakannya. Kakak ada disini, tersenyum senang dan ikut gembira melihat kemenanganku.
  

CERPEN


Ayah
Tuhan tolong lah sampaikan sejuta sayankku untuknya
ku terus berjanji takkan khianati pintanya
ayah dengar lah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu…….
Lantunan lagu yg membuatku selalu terdiam dan berpikir aku bisa dan tetap bisa menghadapi orang-orang yg tak menginginkanku disini, duduk disini, belajar disini. Aku tak perlu menanggapi mereka, walaupun mereka bilang aku miskin tak punya apa-apa hanya punya tampang pas-pas untung ditunjukkan pada mereka yg mempunyai apapun lebih dari aku, tapi aku punya ayah yg selalu membimbingku dan menasehatiku agar aku menjadi anak yg kuat bukan anak cengeng yg selalu dihina oleh mereka.
Hari telah beranjak siang aku harus cepat-cepat pulang , aku harus menyiapkan makan siang untuk ayah sebelum ayah pulang kerja.
“ din!!..”
aku berhenti melangkah ketika ada yg memanggilku, ternyata anjar teman sekolahku.
“ kamu mau kemana kok buru-buru banget?”
“ aku harus cepat-cepat pulang, aku harus menyiapkan makan siang untuk ayah Jar!”
“emangnya ayah pulang jam berapa?, gimana kalau aku bantu kamu dirumah kebetulan aku lagi malas pulang”
“ayah pulang jam 1, boleh deh”
aku dan anjarpun pulang, anjar adalah sahabatku sejak kecil sehingga tidak heran dia memanggil ayah dengan sebutan ayah juga.dia juga yg selalu membelaku dari amukan jahat geng lavina disekolah. Aku dan anjar sama-sama pintar dan kami sekolah disana karna beasiswa. Itulah kenapa aku selalu mendapatkan sesuatu yg takkan pernah aku lupakan. Tapi Anjar masih beruntung dari pada aku dia masih termasuk anak orang berada walaupun dia tidak mendapat beasiswa Anjar tetap sekolah disana di SMA TARUNA REMAJA.

“assallammualaikum”
“walaikum sallam, ayah udah pulang”
“ iya, eh ada Anjar”
“iya yah saya nemenin dinda disini”
“ wah terimakasih ya nak mau menemani dinda, gimana kabar papa dan mama kamu sehat.”
“ alhamdulilah sehat yah, o ya ibu sore ya pulangnya?”
“ iya ibu masih harus kerja kan tempatnya berbeda dengan ayah”
  ya udah ayah sekarang istirahat ya, dinda mau siapin makan siang buat ayah, jar kamu temenin ayah ya,”
“ ok din. . .”
Aku pun beranjak pergi kedapur, dari dapur terdengar suara tawa, yeah itulah ayah dan anjar kalau sudah ketemu pasti ada saja yg membuat mereka tertawa, sayang aku tak punya saudara karna aku anak satu-satunya. Makanan pun siap aku, ayah dan Anjar makan bersama meski tanpa ibu tentunya. Ibu bekerja diluar kota kadang tidak pulang kadang pulang seminggu sekali malah pernah pulang sebulan sekali, tapi aku tak pernah menikmati hasil dari kerja ibu, aku sampai bingung kerja apa ibu disana, dari kecil ayah lah yg selalu mengasuhku.


Itu adalah sepenggal kisah aku pertama kali merasakan jadi anak SMA, dari tahun ke tahun tak ada perubahan dari geng Lavina yg selalu menjahiliku, hingga hamper saja aku di Drop Out dari SMA TARUNA REMAJA akibat ulah Lavina untungnya semua cepat terbukti dan aku masih menjadi siswi disana dan menjadi kebanggaan, setelah aku mendapat musibah itu aku pun ditimpa musibah yg lebih berat lagi, ayahku meninggal dunia akibat kejatuhan pipa ditempat kerjanya. Sungguh teragis dan tak hentinya aku menangis, semenjak aku ditinggalkan ayah aku tinggal dengan keluarga Anjar, mereka menerimaku dengan lapang dada.
“din kamu yg tabah ya, jangan sedih terus kan masih ada aku”
hibur  Anjar ketika melihatku menangis.
“makasih Jar, aku beruntung punya sahabat seperti kamu”
“ o ya Din besok kamu ikut aku ya, nggak baik mengurung diri terus, aku lihat tiap pulang sekolah kamu habiskan dikamar,”
“ betul itu Din, tante dan om jadi ikut sedih lihat kamu seperti ini lebih baik kamu ikut Anjar besok”
“ baik tante dinda ikut Anjar”
“nah gitu donk Din om kan jadi seneng lihat kamu mau keluar”
“ ya om, “
“ ya udah sekarang sudah malam kamu istirahat ya, Anjar kamu juga istirahat besok kan kalian masih sekolah”
“ baik pa, din istirahat ya”
“ ya”
mereka pun meninggalkan aku sendiri dikamar ini, dan aku pun berusaha tidur, untuk menyambut esok hari.

Sepulang sekolah ternyata tante Ratna mama Anjar telah menungguku,
“untung kamu cepat pulang Din”
“ ada apa tante, kayaknya penting banget”
“ init ante udah siapin baju buat kamu pergi sama Anjar, tante takut nggak cocok jadi tante pengen kamu coba dulu,”
“ ya ampun tante seharusnya nggak usah repot-repot , aku masih ada baju kok”
“ ayo lah Din jangan buat tante kecewa, coba dulu”
“ ya udah Dinda coba”
aku pun beranjak kekamarku untuk mencoba baju yg dipilihkan tante Ratna untukku, dari bahanya aku yakin  ini baju mahal.
“apa aku pantas pakai baju semahal ini” aku pun berguman sendiri.
“ Din, gimana?”
“ bentar tante,” aku pun keluar dari kamarku menuju tante Ratna.
“ Din kamu cocok banget nggak salah tante pilihin ini untukmu”
“ tapi, tante inikan gaun mahal”
“ nggak apa-apa, ya udah kamu ntar sore harus pakai gaun ini dan tante akan dandanin kamu biar tambah cantik, sekarang ganti bajumu dan makanlah tante sudah siapkan makan siang”
“ baik tante.”
aku beranjak pergi menuruti segala perintah tante Ratna, aku bahagia punya keluarga baru yg menyayangiku walaupun terkadang aku masih menginginkan ayah disampingku, setelah aku makan siang dengan tante dan Anjar aku membantu bibi membereskan meja makan dan beranjak kekamar memikirkan segala yg terjadi pada akhir-akhir ini. Ternyata kehidupanku berbalik 180 derajat dari sebelumnya, disekolah tak ada gangguan geng Lavina karna apa Lavina sebagai ketua geng telah dikeluarkan dari sekolah dan masuk penjara karna kasus penganiayaan adik kelas kami Ratih yg harus  mengalami cacat pada wajahnya, pengikutnya hanya dikenai sanksi dari sekolah. Dan aku semakin akrab dengan anak-anak SMA TARUNA REMAJA karena aku berhasil menunjukkan prestasiku, dan satu lagi aku mendapatkan keluarga baru yg begitu menyayangi aku yaitu keluarga Tante Ratna dan Om Wibowo.
Nggak terasa waktu udah menunjukkan sore aku harus bersiap untuk pergi nanti, kalian tentu bisa bayangin betapa beruntungnya aku hidup didunia ini.
“ Din”
“ ya Tante masuk aja nggak dikunci kok,”
“ tadi kan tante udah bilang kalau tante mau bantu kamu dandan.”
“ ya tante Dinda ganti baju dulu kebetulan baru selesai mandi”
setelah aku berganti pakaian aku pun didandanin oleh tante Ratna. Dan waktu sudah menunjukkan jam 6, Anjar dari bawah sudah memanggilku.
“ Din, ayo kita keluar Anjar Sudah memanggil”
“ ya Tante”
wah aku didandani bag putri, aku turun tangga dengan anggunna membuat  Anjar dan Om hanya diam memandangku,
“Din ini kamu, kamu terlihat cantik sekali”
“ makasih”
“ sudah sana pergi, nanti terlambat”
“ok ma, y udah Anjar sama Dinda pergi”
“ ya  sayang hati-hati”
“ ya ma..”
aku dan anjar akhirnya pergi kesuatu tempat yg nggak aku ketahui dimana .sesampainya aku melihat didepanku sebuah cafe yg bernama CERIA, tapi ramai sekali membuat aku bingung.
“sebenarnya kamu ngajak aku kesini buat apaan sich?”
“hemnnzz, udah jangan bawel, nikmati aja malam ini”
aku hanya tersenyum mendengar jawaban Anjar. Aku pun ikut masuk dengan perasaan yg tak menentu.
didalam ku lihat banyak sekali remaja seumuran aku berlalu lalang kesana kemari dan aku tak asing dengan mereka, ya mereka adalah anak Taruna Remaja. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan kehadiran Tante daan Om bowo, padahal mereka tadi masih ada di rumah.
“ tante, ini benar tante? Kok tante ada disini?”
“ ya Din”
sebelum aku dengarkan penjelasan tante Ratna terdengar MC berbicara diatas panggung.
“ wah ternyata orang yg kita tunggu-tunggu telah hadir diantara kita lho! Tentunya kalian udah tahu kan bahwa hari teman kita berulang tahun yg kedelapan belas, kepada Dinda Cahya lestari saya pesilahkan naik kepanggung,”
“ itu kan nama aku, ya ampun tanggal berapa ini?”
“selamat ulang tahun sayang, tante sekeluarga sengaja buat pesta ini untuk kamu,”
“ ya bener Din, semua ini ide mama”
“ makasih tante,” ku peluk tante Ratna, gara-gara semua yg menimpa hidupku aku sampai lupa tanggal lahirku sendiri. Akupun naik keatas panggung dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan memotong kue, seharusnya kue pertama ini aku berikan kepada ayah tapi ayah sudah tidak ada jadi aku kasih kue ini kepada Tante Ratna yg sudah membuat pesta ini untukku, setelah acara potong memotong selesai aku duduk menikmati lagu sebuah band yang membuatku meneteskan air mata ternyata Anjar sengaja meminta lagu ini dibawakan agar aku merasa bahwa ayah ada disini bersama kita. Dan lagu yg hanya ku dengar dari sebuah radio sekolah kini dapat ku dengarkan langsung disini, kado terindah bagiku.
teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
indahnya saat itu membuatku melambung
disisimu terngiang hangat nafas segar harum tubuhmu
kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

“Din, selamat ulang tahun ya! Semoga kamu suka dengan ini”
“ makasih Jar aku menyukainya, aku yakin ayah disana ikut bahagia melihatku”
lantunan demi lantunan lagu dinyanyikan, membuat aku terhanyut dalam keharuan. Ayah inilah aku anakmu yang terus berusaha membuatmu bangga dengan semua yg ku lakukan.

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
ku terus berjanji takkan khianai pintanya
ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu.
Malam ini begitu indah  dan membuatku ingin terus berjuang mengapai impianku. Ayah aku mencintaimu sangat…sangat mencintaimu.